Konsultasi Pemusnahan Arsip ke ANRI
Kamis (09/04/2026) Tim Pemusnahan Arsip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan konsultasi ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Tim yang dipimpin oleh Kepala Bagian Umum Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian, Dr. Arif Rahman, S.Th.I., M.Pd. ini berkunjung untuk mendapatkan arahan dan bimbingan terkait pemusnahan arsip.
“Ini pertama kalinya UIN Jakarta akan melakukan pemusnahan arsip, sehingga kami perlu mendapatkan arahan dan bimbingan dari ANRI agar proses yang kami laksanakan berjalan sesuai ketentuan dan tidak melanggar hukum” demikian Dr. Arif Rahman dalam menyampaikan maksud kedatangan ke ANRI.
Untuk melaksanakan rencana pemusnahan arsip keuangan yang tercipta antara tahun 2010 sampai dengan tahun 2013, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah membentuk Tim Pemusnahan Arsip yang terdiri atas unsur Unit Kearsipan, unsur Unit Pengolah, unsur pengawasan, unsur yang membidangi hukum, dan Arsiparis. Pemusnahan arsip adalah proses penghancuran fisik dan informasi arsip yang tidak bernilai guna, telah habis retensinya, dan tidak terkait perkara hukum berdasarkan Jadwal Retensi Arsip.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus berbenah dan melakukan langkah-langkah strategis dalam pengelolaan arsip. Sebagai perguruan tinggi yang terus tumbuh dan berkembang, jumlah arsipnya pun terus bertambah sejalan dengan banyaknya aktivitas kelembagaan. Jumlah arsip yang terus bertambah menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan arsip, karena membutuhkan pengelolaan yang lebih kompleks dan ruang penyimpanan yang memadai.
Salah satu upaya mengatasi jumlah arsip yang terus bertambah antar lain dengan cara melakukan penyusutan arsip. Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan jumlah atau volume arsip berdasarkan Jadwal Retensi Arsip. Penyusutan meliputi pemindahan arsip inaktif, pemusnahan arsip yang tidak memiliki nilai guna, serta penyerahan arsip statis ke lembaga kearsipan.
Sebanyak Sembilan orang perwakilan Tim Pemusnahan Arsip diterima oleh tim dari Ditjen Akuisisi ANRI di Gedung P lantai tujuh. Perbincangan tentang rencana pemusnahan arsip pun berlangsung dalam suasana hangat dan serius. Hal-hal penting disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan hati-hati. Dari sanalah didapatkan pencerahan sebagai bekal yang sangat berharga untuk melaksanakan pemusnahan arsip.
